BREAD?
Min Yoongi’s POV
Awal Maret menjadi hari yang sangat tidak kutunggu tunggu, kembali kesekolah, kembali belajar. Ya tuhan rasanya aku lelah, yang aku butuhkan hanya tidur seharian.
Kali ini aku harus bangun pagi dan bersiap untuk pergi kesekolah. Dengan menarik nafas yang teramat dalam, aku menyemangati diriku sendiri. “oke aku siap” ucapku dalam hati.
Menjadi siswa tahun ketiga di sekolah tinggi bukanlah hal yang mudah. Semua siswa harus lebih giat belajar, terutama untuk menghadapi suneung yang tak lain adalah ujian masuk universitas negeri.
Aku merasa lucu saja melihat mereka yang sangat tergila-gila belajar. Kadang aku memperhatikan ada beberapa siswa yang pada tahun pertama tidak berkaca mata sekarang sudah banyak memakai kacamata. Maksudku, astaga apa sih yang mereka baca sampai-sampai merusak mata mereka seperti itu.
Memikirkan orang membaca aku jadi ingat dengan sahabatku, eh, sepertinya aku tak perlu menyebutnya sahabat karena dia akan kegirangan jika tau. Namanya Kim Nam Joon orang paling jenius yang pernah kukenal.
Tidak seperti orang jenius lainnya yang cupu, memakai celana lebar dan memakai kaca mata tebal. Tapi, kim nam joon benar-benar berbeda. Bisa dibilang ia adalah laki-laki yang tampan, bukan berarti aku tidak normal dan menyukainya, tidak. Aku masih normal, ya maksudku, bagaimana ya? Aku menilai sabagai sesama lelaki kalau dia itu memang mmm.. lumayan tampan apalagi dengan lesung pipinya itu hahah ya walaupun kadang-kadang aku sering tertawa diam-diam ketika lesung pipinya terlihat. Entah kenapa tapi rasanya lucu saja.
“Pagi Hyung!”
“Astaga!” sumpah aku kaget sekali manusia yang sedang kupikirkan ini malah tiba-tiba muncul di hadapanku.
“hahah, Suga-Hyung, kau ini, cobalah semangat sedikit, ini hari pertama sekolah, seharusnya kau itu keluar kelas, melihat-lihat keadaan diluar kelas, yang harus kau tau ada banyak kehidupan di luar kelas sana, dan kau harus tau kalau ada tempat yang namanya kantin. Cobalah sekali-kali kita kesana. Aku bosan jika harus selalu melihatmu tidur saat istirahat.”
Kata Namjoon panjang kali lebar. Wah, pagi-pagi aku sudah dapat ceramah.
“Kim Nam Joon a.k.a Rapmon-ssi, sudahlah, kau jangan terlalu perduli padaku, aku sudah cukup bahagia dapat menghabiskan waktu berhargaku dengan kegiatan yang berharga pula, jadi lebih baik kalau kau membelikan aku makanan karena aku tidak sempat sarapan.” Sahutku mantap.
Bukannya pergi, Namjoon malah memutar kursi yang berada di depan mejaku lalu duduk dan menatapku.
“ayolah suga-hyung mau sampai kapan kau seperti ini, berharga apanya? yang kau lakukan itu hanya duduk, tidur dan bernafas, astaga, maksudku katak saja bisa menjalani hari lebih baik darimu. Apakah kau tidak mau mempunyai teman selain aku, teman perempuan misalkan.” Kata Namjoon seraya mengedipkan sebelah matanya, kali ini namjoon tampak menggebu-gebu. Aku jadi bergidik ngeri. Apa yang salah dengannya hari ini.
“sepertinya liburan ke Singapura membuat otakmu agak error ya, apakah jangan-jangan ada yang konslet?” kali ini aku memilih untuk menanggapinya dengan cara seperti ini. aku sudah tau ujung pembicaraannya jika sudah mengenai perempuan, pasti ada seseorang yang menitipkan salam kepadaku lewat dia. Hahah kadang aku kasihan melihat dia yang sering menjadi ‘tukang post’ untukku.
Tapi terkadang aku juga merasa kesal karena biasanya yang titip salam padaku itu adalah perempuan yang sudah menyatakan cintanya pada namjoon tapi ditolak hingga akhirnya mereka berteman, lalu perempuan itu tertarik padaku dan menitipkan salam. Memangnya mereka kira aku ini apa? Cadangan? Hhh…
“jangan mengalihkan pembicaraan hyung, malam nanti ada yang ingin bertemu denganmu, kali ini perempuannya berbeda, aku yang jamin.” Kata namjoon
“apakah dia perempuan yang sudah kamu tolak juga?” sahutku tak peduli.
“tidak, dia temanku yang bersekolah di SOPA (Seoul Performing Art High School). Sebenarnya bukan temanku, tapi temannya temanku. Dia salah satu personil girlband terkenal loh, hyung. Hyung rugi sekali jika menolaknya.” Kata Namjoon meyakinkanku.
“baiklah, terserah kau saja.” Sahutku malas. Aku bukannya benar-benar menginginkan pertemuan itu tapi jika sudah seperti ini namjoon akan mengganggu ku terus, hidupku hari ini tidak akan tenang.
“lihat saja nanti.” batinku.
Author’s POV
Setelah pembicaraan yang sangat tidak berfaedah itu, Namjoon mengeluarkan sesuatu dari tasnnya yang ternyata adalah sebungkus roti, karena yoongi berkata kalau dia belum sempat sarapan namjoonpun memberikannya pada yoongi, dan yoongi dengan senang hati menerimanya. Sebenarnya namjoon memang sudah mempersiapkannya untuk yoongi karena namjoon hafal betul sifat dan kebiasaan Yoongi. Berteman selama 7 tahun bukanlah waktu yang sebentar.
BERSAMBUNG…
haii... makasih yang udah mau baca, buat kamu yang punya wattpad bisa langsung add ke NurayaRM .. buat yang punya twitter bisa mention ke @nuraya17_ ... annyeong!! ^_^







0 comments:
Post a Comment